jsjihan8@gmail.com

Metode Membina Pramuka siaga






Hai Sobat, masih tentang pramuka siaga nih, kali ini  tentang Metode Membina Pramuka Siaga.


Pelaksanaan metode kepramukaan dalam suatu kegiatan kepramukaan terpadu dengan pelaksanaan prinsip dasar kepramukaan, sehingga dalam penerapan/penggunaan metode kepramukaan selalu dijiwai oleh prinsip dasar kepramukaan Dalam hal membina pramuka siaga, diperlukan motode yang tepat agar tujuan pendidikan kepramukaan terhadap pramuka siaga tercapai. Kegiatan siaga haruslah berupa kegiatan yang menggembirakan, dinamis, kekeluargaan dan berkarakter.




Semoga Bermanfaat

Terimakasih sudah berkunjung




Permainan Sebagai Bentuk Pembinaan Pramuka Siaga







Pramuka lagi nih sob, kali ini tentang Permainan Sebagai Bentuk Pembinaan Pramuka Siaga.




Seperti kita tahu, usia siaga yaitu antara 7 – 10 tahun. Dimana tipe permainan adalah yang sederhana dan tidak sampai menyulitkan peserta siaga. Pembina membuat permainan sesuai dengan materi. tentunya Pembina harus menguasai SKU Siaga baik itu Siaga Mula, Siaga Bantu maupun Siaga Tata. Peningkatan motivasi Peserta Siaga akan selalu ada jika Pembina menyajikan tekhnik permainan yang disukai oleh peserta Siaga.

Pembinaan Pramuka Siaga dikiaskan sebagai kehidupan "Keluarga Bahagia", dimana terdapat ayah, ibu, paman, dan bibi. Keluarga bahagia digambarkan sebagai keluarga yang harmonis, saling mencintai, bahagia, rukun dan saling tolong menolong. Mereka merupakan keluarga yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, hidup aman dan damai tanpa rasa takut.

Selengkapnya klik di sini ya sob.









Semoga bermanfaat,

Terima kasih sudah berkunjung




Pembina Pramuka Siaga Ideal



Hai Sobat, kali ini aku akan bagikan tentang Pembina Pramuka Siaga Ideal.

Pembina pramuka memiliki peran penting bagi peserta didik siaga, mereka memiliki tugas yang harus dijalankan, bagaimanakah tugas pembina pramuka yang profesional dan ideal untuk menjadikan peserta didik pramuka menjadi berkualitas. Berikut akan dibahas tentang pengertian Pembina pramuka, pengertian siaga, dan bagaimana menjadi Pembina pramuka yang ideal.

Menjadi Pembina Pramuka Siaga Ideal harus mengetahui beberapa hal diantaranya : Mengetahui tugas pokok pembina siaga, mengetahui tanggungjawab sebagai pembina pramuka siaga, mengetahui peran pembina siaga, dan memiliki profil sebagai pembina siaga. Dengan menjadi Pembina pramuka yang ideal, diharapkan mampu menjadikan peserta didik pramuka siaga yang berkualitas.

Selengkapnya di Link berikut ya sob,





Makasih Kunjungannya

Semoga bermanfaat




Cara Download Sertifikat Akreditasi 2018

Hai Sobat, buat kamu yang mau download  sertifikat akreditasi, coba deh ikuti langkah-langkah berikut

1. Masuk ke link : https://bansm.kemdikbud.go.id/akreditasi

2. Kemudian akan muncul tampilan berikut

                       
   
        Isi semua data yang dibutuhkan ya sob, setelah itu klik cari sekolah




3. Hasil pencarian data sekolahmu akan tampak seperti berikut

                     

4. Kamu klik NPSN nya yaaa.. yang ada tanda panah tuuu

5. Dan akan muncul Riwayat Akreditasi sekolahmu. 

                       

6. Pada bagian paling bawah, klik Download Sertifikat yaaa... Lalu klik unduh, simpan sesuai nama yang tercantum, atau kamu bisa mengganti dengan nama Sekolah kamu.

7. Tampilan sertifikatnya sob, seperti ini nih

                        

Mudah ya sob, selamat mencoba.





Cara Menghilangkan Prediksi Teks dan Koreksi Otomatis di Keyboard HP Vivo






 Kesulitan saat mencari tahu cara menghilangkan prefiksi teks di hp vivo? Baca nih tutorialnya. Selamat mencoba.

1.  Masuk ke menu setelan
2Pilih bahasa dan masukan
3.  Pilih Touchpal for vivo






Tutorial : Cara Mengubah File PDF Ke Word Menggunakan Android


4. Pilih masukan pintar



5. Pilih Prediksi



6. Hilangkan tanda centhang pada kotak prediksi



Selesai, semoga berhasil.

Pembelajaran Literasi Bahasa Indonesia


TEKNIK PEMODELAN TEMAN SEBAYA DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PUISI








Latar Belakang Masalah
Membaca adalah salah satu bentuk  komunikasi secara langsung. Dengan membaca orang akan berusaha memahami isi yang tekandung dalam bacaan yang dibacanya. Salah satu keterampilan membaca di sekolah dasar adalah membaca teks puisi anak dalam bahasa Indonesia dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Membaca puisi yang baik untuk anak sekolah dasar dilakukan dengan irama, volume suara, dan mimik gerak sesuai dengan isi puisi yang dibaca (Sukirno: 2017: 239).

Kemampuan membaca puisi anak ditentukan oleh beberapa faktor yang ada pada saat pembelajaran berlangsung, salah satunya pendekatan pembelajaran yang digunakan, strategi, metode dan teknik pembelajaran serta media yang digunakan. Oleh karena itu peranan guru dalam pembelajaran sangatlah penting. Saat membaca puisi diperlukan beberapa kemampuan diantaranya adalah kemampuan untuk memahami isi puisi yang dibaca, kemampuan pemilihan irama yang sesuai, kemampuan mengontrol volume suara dan kemampuan pemilihan mimik gerak yang sesuai dengan isi puisi.

Saat membaca puisi, siswa belajar bagaimana mengapresiasikan sebuah karya sastra yang berupa perasaan, gagasannya melalui komunikasi lisan secara puitis. Guru membantu siswa untuk memahami isi puisi yang hendak dibaca sehingga siswa dapat membacakan puisi dengan irama, volume suara, mimik gerak yang sesuai dengan isi puisi. Dengan kata lain, saat membaca puisi diperlukan beberapa kemampuan diantaranya adalah kemampuan untuk memahami isi puisi yang dibaca, kemampuan pemilihan irama yang sesuai, kemampuan mengontrol volume suara dan kemampuan pemilihan mimik gerak yang sesuai dengan isi puisi.

Dari hasil pengamatan pembelajaran yang berlangsung di kelas II MI Muhammadiyah Kranggan, menunjukkan permasalahan yang ditemukan pada saat pembelajaran bahasa Indonesia, terutama materi membaca teks puisi. Lebih dari 50% siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran membaca puisi. Hal ini tampak dari rendahnya kemampuan siswa dalam membaca puisi, saat tampil di depan kelas, siswa cenderung masih malu-malu dan tidak percaya diri untuk menunjukkan ekspresinya dalam memperagakan puisi.

Dalam prosesnya, guru sebagai contoh atau model tunggal dalam pembelajaran membaca puisi, ternyata kurang menjadi inspirasi bagi peserta didiknya, siswa kurang memperhatikan guru saat memperagakan pembacaan puisi, sehingga guru mencoba untuk menunjuk beberapa siswa yang memiliki kemampuan membaca puisi lebih baik dari yang lainnya untuk menjadi contoh / model. Dan hasilnya memang tampak sekali, bahwa siswa cenderung lenih memperhatikan temannya sendiri saat memperagakan puisi ketimbang memperhatikan gurunya.

Dari sini kemudian guru mencoba untuk menerapkan teknik pemodelan dengan teman sebaya. Salah satu faktor yang menentukan berhasilnya sebuah pembelajaran adalah  penggunaan teknik pembelajaran. Hal tersebut juga berlaku bagi pembelajaran bahasa Indonesia dalam kegiatan membaca puisi. Pemilihan teknik yang digunakan harus sesuai dengan karakteristik siswa. Karakteristik siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah adalah anak yang aktif dan masih senang berinteraksi dengan teman sebayanya dan senang mengajarkan kemampuan yang dimilikinya kepada teman sebayanya.

Teknik ini dapat membantu siswa dalam belajar membaca puisi secara efektif. Siswa secara langsung dapat berinteraksi dan mengamati teman sebayanya yang memiliki kemampuan yang baik dalam membaca puisi, sehingga siswa dapat mengikuti dan meniru kemampuan temannya dalam membaca puisi. Teknik ini digunakan untuk merangsang motivasi siswa dalam kegiatan membaca puisi. Selain itu, proses belajar mengajar akan terasa lebih hidup dan lebih menyenangkan bagi siswa karena siswa dapat terlibat dalam pembelajaran dan belajar dengan teman sebayanya. 

Landasan Teori
Puisi adalah sebuah karya sastra yang menitikberatkan pada keindahan bahasa dan memiliki sebuah makna tertentu. Puisi bisa juga sebagai bentuk curahan ide, gagasan dan isi hati seseorang yang menggunakan keindahan bahasa agar mampu menyentuh hati pembacanya. Waluyo (2005: 1) mendifinisakan puisi sebagai sebuah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu
dengan pemilihan kata-kata kias/imajinatif.

Puisi menurut Sayuti (2002: 12)  adalah hasil kreativitas manusia yang diwujudkan lewat susunan kata yang mempunyai makna. Menurut Supriyadi  (2006:111), manfaat membaca puisi di sekolah dasar adalah untuk belajar mengapresiasi sebuah karya sastra. Bentuk apresiasi tersebut dapat diwujudkan kegiatan mendengar serta memahami sebuah puisi, mendeklamasi, membaca dan menulis puisi anak.

Aftarudin (1984: 24) mendefinisikan membaca puisi adalah perbuatan menyampaikan hasil-hasil sastra (puisi) dengan bahasa lisan. Membaca puisi biasa dilakukan dengan membaca nyaring atau biasa dilakukan dengan mendeklamasikannya. Oleh karena itu, kegiatan membaca puisi harus dilakukan dengan gerak dan mimik yang sesuai dengan isi puisi. Pembaca puisi tidak hanya bertugas membacakan puisi atau melisankan kata-kata saja, namun ia juga harus menyampaikan pesan dan mengekspresikan perasaan penulis dengan tepat.  Dalam membaca puisi hendaknya pembaca memerhatikan hal-hal berikut: (1) memaknai puisi secara utuh, (2) memerhatikan pengucapan lafal, tekanan, dan intonasi penyampaiannya.

Menurut Wijayanto (2002: 44-47) faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca puisi adalah sebagai berikut :
1.    Kemampuan memanfaatkan alat ucap sebagai alat komunikasi sudah sering dilakukan. Akan tetapi, memanfaatkannya untuk mengekspresikan puisi yang dibacakan merupakan masalah yang tidak mudah, pembaca harus lebih dahulu memahami puisi yang dibacanya. 
2.    Penguasaan faktor kebahasaan yaitu kemampuan dalam pelafalan kejelasan suku kata dan bunyi yang sesuai dengan jiwa dan tema puisi. 
3.    Penguasaan faktor non kebahasaan yaitu sikap mampu percaya diri dan tenang, Kedua sikap tersebut membuat pendengar menaruh kepercayaan terhadap seseorang yang membacakan puisi.

Materi pembelajaran membaca puisi di Madrasah Ibtidaiyah  kelas II semester Genap diarahkan pada Tema 5 “Pengalamanku”, subtema 3 “Pengalamanku di Tempat Bermain” dengan kompetensi dasar  4.5 yaitu Membacakan teks puisi anak tentang alam dan lingkungan dalam bahasa Indonesia dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Dalam tujuan pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat membaca puisi tentang “Matahariku” dengan memperhatikan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat.

Menurut Sanjaya (2006: 268) dalam pembelajaran membaca puisi, siswa yang pernah menjadi juara dalam membaca puisi atau memiliki nilai yang baik dalam membaca puisi dapat diminta untuk menampilkan kebolehannya di depan teman-temannya, dengan demikian siswa dapat dianggap sebagai model. Melalui modelling siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang teoritis-abstrak yang dapat memungkinkan terjadinya verbalisme.

Teman sebaya secara umum dapat didefinisikan sebagai sekelompok anak yang memiliki usia yang sama. Santrock (2007: 205) mendefinisikan teman sebaya sebagai orang dengan tingkat umur dan kedewasaan yang kira-kira sama. Melalui teman sebaya inilah anak-anak dapat menerima umpan balik atau dapat mengukur tentang seberapa jauh kemampuan mereka dalam sebuah bidang.Dengan teman sebaya anak akan belajar bagaimana menyatakan dan memadukan pendapat-pendapat yang mereka miliki atau dengan kata lain anak akan lebih mudah belajar bersama. 

Santrock (2007: 206) menegaskan bahwa memasuki usia sekolah dasar, sifat timbal balik menjadi sangat penting dalam hubungan sebaya. Hubungan timbal balik tersebut memungkinkan siswa akan dapat saling membantu dalam kegiatan belajar khususnya dalam kegiatan pembelajaran membaca puisi. Anak akan belajar bagaimana membaca puisi dari temannya yang ditunjuk sebagai model, sebagai timbal baliknya siswa akan saling mengapresiasi memberi masukan dan menilai bagaimana kemampuan teman-temannya dalam membaca puisi.

Fungsi teman sebaya menurut Yusuf (2007: 60) adalah untuk saling belajar: 1) bagaimana berinteraksi dengan orang lain, 2) mengontrol tingkah laku sosial, 3) mengembangkan keterampilan, dan minat yang relevan dengan usianya, 4) saling bertukar perasaan dan masalah. Fungsi teman sebaya ini akan digunakan siswa untuk mengembangkan keterampilan membaca puisi. Fungsi interaksi dan bertukar permasalahan akan memudahkan interaksi siswa dengan temannya yang berperan sebagai model, agar dapat mengembangkan keterampilan membaca puisi.

Dalam pembelajaran membaca puisi dengan teknik pemodelan teman sebaya, langkah-langkah pembelajarannya menggunakan langkah-langkah pembelajaran CTL. Hal tersebut dikarenakan CTL memiliki komponen modelling dalam langkah-langkahpembelajarannya. kegiatan pembelajaran teknik pemodelan sesuai dengan langkah pembelajaran CTL menurut Priansa adalah sebagai berikut (Priansa, 2017: 284-286):
1.    pembelajaran pendahuluan dengan kegiatan pretest. Guru melakukan pretest untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan  siswa tentang materi pembelajaran yang akan diajarkan,
2.    penyampaian materi pembelajaran,
3.    penampilan peserta didik (modelling),
4.    pemberian umpan balik berupa pemberian kritik dan saran, dan 
5.     kegiatan tindak lanjut berupa kegiatan pengayaan dan remidial.

Pembahasan

Salah satu karya sastra yang diapresiasikan siswa sekolah dasar adalah puisi. Penguasaan kemampuan membaca puisi yang baik di sekolah dasar tentu saja akan meningkatkan kepekaan siswa dan merupakan salah satu wadah untuk mengekspesikan ide atau gagasan. Teknik pemodelan teman sebaya merupakan teknik pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa dan menggunakan beberapa langkah khusus pemodelan dengan teman sebaya dalam kegiatan pembelajarannya. 

Berdasarkan kendala yang dihadapi pada MI Muhammadiyah Kranggan adalah kurangnya contoh atau model yang diberikan saat pembelajaran, maka guru memutuskan untuk menggunakan teknik pemodelan teman sebaya sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca puisi anak. Teknik ini dapat membantu siswa dalam belajar membaca puisi secara efektif. Siswa secara langsung dapat berinteraksi dan mengamati teman sebayanya yang memiliki kemampuan dalam membaca puisi, dan siswa dapat mengikuti serta meniru kemampuan temannya tersebut.

Teknik pemodelan teman sebaya ini digunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran membaca puisi dan untuk meningatkan kemampuan membaca puisi pada siswa kelas II MI Muhammadiyah Kranggan. Melalui teknik ini siswa akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung melalui model. Selain itu pengetahuan yang didapatkan berasal dari lingkungan yang nyata atau konstektual. Teknik ini digunakan untuk merangsang motivasi siswa dalam kegiatan membaca puisi. Selain itu, proses belajar mengajar akan terasa lebih hidup dan lebih menyenangkan bagi siswa karena siswa dapat terlibat dalam pembelajaran dan belajar dengan teman sebayanya. 

Suasana pembelajaran yang dibangun juga sangat menyenangkan dan memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Kemampuan siswa dalam menyusun pengetahuannya sendiri juga akan bertambah, siswa yang berperan sebagai model akan menyusun pengetahuannya secara sistematis agar dapat menyampaikan pengetahuan tersebut secara jelas kepada temannya, kemudian siswa yang lain akan menyusun pengetahuannya sendiri melalui peragaan yang dilakukan oleh temannya (Sudjana, 2005: 156).

Teknik permodelan ini, selain meningkatkan pengetahuan siswa, pembelajaran juga menjadi lebih aktif karena melibatkan siswa secara langsung sehingga menjadi lebih menarik dan lebih menyenangkan bagi siswa. Dalam teknik pemodelan ini anak akan belajar melalui pengamatan yang efektif karena siswa diberikan motivasi untuk menyimak model.

Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa teknik pemodelan teman sebaya dapat diterapkan dalam pembelajaran membaca puisi. Teknik ini dapat membantu siswa dalam belajar membaca puisi secara efektif. Juga dapat digunakan untuk merangsang motivasi siswa dalam kegiatan membaca puisi. Dengan teknik pemodelan teman sebaya, kegiatan membaca puisi menjadi lebih menarik dan menyenangkan.





Rekayasa Kebiasaan di Madrasah Untuk Menumbuhkan Minat Baca


MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA

Persoalan
Keinginan untuk meningkatkan minat membaca dikalangan peserta didik di sekolah ternyata tidak mudah mewujudkannya. Oleh karena itu, bapak/ibu guru wajib memotivasi para siswa untuk gemar membaca sejak dini. Minat baca mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebiasan membaca. Karena apabila siswa membaca tanpa mempunyai minat baca yang tinggi maka siswa tersebut tidak akan membaca dengan sepenuh hati. Namun apabila siswa tersebut membaca atas kemauan atau kehendaknya sendiri maka membaca adalah hal yang paling disukai.  Salah satu penyebab  rendahnya minat baca, yaitu kurang lengkapnya sarana pembelajaran dan budaya membaca, yang akhirnya berpengaruh terhadap prestasi siswa.

Tutorial : Cara Scan Dokumen/Berkas Menggunakan Android

Kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan minat baca siswa
Mewujudkan budaya baca tak lepas dari langkah pembiasaan yang sangat penting dalam meningkatkan minat membaca anak. Jika membaca sudah menjadi rutinitas harian di sekolah dasar, maka siswa yang tadinya tidak tertarik membaca lama-lama menjadi terbiasa. Dengan terbiasa diharapkan anak-anak akan menjadi senang membaca dengan sendirinya. Untuk meningkatkan minat baca, dibutuhkan kemauan dari dalam diri, motivasi guru di sekolah, dan peran orangtua di rumah.

Strategi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan minat baca siswa antara lain dengan mengarahkan peserta didik untuk rajin membaca buku, sebelum pembelajaran dimulai, satu atau dua paragrap, kemudian guru memberikan pertanyaan sesuai paragraph yang telah dibaca. Atau mengemas buku-buku dengan gambar-gambar yang menarik. Semakin menarik gambar, semakin siswa tertarik untuk membuka dan membacanya.Juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca anak-anak. Dengan suasana yang nyaman, damai, dan bebas dari kebisingan

Siswa juga perlu melakukan sesuatu agar dapat menumbuhkan dan selanjutnya meningkatkan minat bacanya, dengan cara meyakini bahwa gemar membaca merupakan hal yang terbaik untuk dapat bersaing di era global, memiliki niat yang tulus untuk membaca, sering mendatangi perpustakaan setiap ada waktu luang, menambah wawasan dengan menyisihkan uang lebih untuk membeli buku, minimal satu buku setiap bulannya, memulai membaca sebuah buku dengan membaca daftar isinya terlebih dahulu, mencatat setiap ada informasi penting dari buku yang dibaca, dan having funs with book, juga book talks yakni menceritakan atau menyampaikan informasi yang telah diperoleh setelah membaca buku kepada teman, begitu juga sebaliknya.

Selain peran serta guru dalam meningkatkan minat baca, orang tua pun berperan aktif membantu menumbuhkan minat baca siswa dengan cara menyediakan waktu luang membacakan buku untuk anak. Orang tua dapat mengajak anak-anaknya untuk mebiasakan diri mengunjungi perpustakaan, atau mengelilingi anak-anak  dengan berbagai buku bacaan dan menjadwal waktu membaca bersama keluarga.

Dengan memberikan dukungan pada berbagai aktivitas membaca mereka, terus mengikuti perkembangan membaca anak, lebih perhatian pada anak apakah mereka dapat membaca dengan lancar atau tidak, atau dengan memakai cara bervariasi untuk membantu anak dalam membaca, untuk lebih meningkatkan minat baca siswa. Dan tentunya mencari pertolongan secepatnya jika ada masalah dalam membaca.

Di madrasah kami, untuk menumbuhkan minat baca siswa, dilakukan beberapa hal, yaitu, membuat jadwal masuk perpustakaan setelah jam pelajaran usai, dimulai dari hari selasa sampai kamis. Hari selasa untuk kelas 1 dan 4, rabu untuk kelas 2 dan 5,  kamis untuk kelas 3 dan 6. Banyaknya buku yang harus dipinjam adalah satu buku, dengan tema buku yang sudah ditentukan oleh guru kelas masing-masing, baik buku pelajaran maupun non pelajaran. Peminjaman buku di perpustakaan dibuat bervariasi temanya dalam tiap minggu, ketika minggu pertama tentang fabel, minggu ke-dua yang berhubungan dengan mata pelajaran, minggu ke-tiga tentang cerita rakyat, dan begitu seterusnya

Dengan didampingi guru kelas masing-masing, seusai pulang sekolah, siswa masuk perpustakaan, memilih buku-buku sesuai dengan tema yang sudah ditentukan, kemudian judul buku tersebut dicatat dalam buku pinjaman. Lamanya peminjaman buku adalah satu minggu satu buku,  diawali peminjaman buku-buku yang menarik minat baca, seperti fabel,dengan jumlah halaman yang relatif sedikit. Mereka diharuskan membaca di rumah buku tersebut, dengan didampingi orangtua atau saudaranya untuk kelas satu dan dua. pendampingan ini dilakukan agar siswa benar-benar melakukan kegiatan membaca di rumah.

Seusai meminjam buku, guru menyerahkan secarik kertas berisi pertanyaan dari bacaan. Dengan menggunakan kata tanya secara umum, yakni kata tanya apa, siapa, di mana, kapan, dan berapa. Siswa diwajibkan menjawab pertanyaan tersebut, dengan tulisan tangan sendiri, kemudian membawanya pada waktu mengembalikan buku. Daftar pertanyaan yang dibuat oleh guru bervariasi sesuai dengan temanya dalam setiap minggunya.

Dalam kesempatan lain, guru memberi tugas membuat kalimat satu paragraf untuk kelas 3-6, yakni menulis singkat tentang apa yang sudah dibacanya. Catatan ini disimpan oleh guru untuk dinilai, yang pada suatu waktu akan dipresentasikan oleh siswa pada saat pelajaran dengan tema yang sama. Hal ini dilakukan agar siswa tahu bahwa hasil belajarnya benar-benar diperhatikan oleh guru. Dengan memberi nilai pada hasil pekerjaan siswa, untuk selanjutnya siswa akan merasa dihargai, dan lebih bersemangat lagi ketika ada tugas.

Hasil menulis siswa dengan nilai bagus dipasang di papan depan kelas, agar bisa dibaca oleh teman-temannya, ini menjadi kebanggan tersendiri bagi siswa, dan menumbuhkan motivasi bagi teman-teman yang lain untuk banyak-banyak membaca, agar bisa mendapat nilai baik dan bisa dipajang di papan kelas.  Guru juga memberi penghargaan (reward) terhadap tugas siswa yang memiliki nilai tertinggi di antara temannya. Pemberian reward ini merupakan senjata ampuh untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dalam awal pembiasaan membaca.



Hasil Pembiasaan Membaca
Minat baca siswa mulai membaik terutama untuk siswa yang selalu mencapai nilai maximal, namun lebih banyak didominasi oleh siswa kelas 3 dan 4, terlihat pada saat istirahat, untuk siswa kelas 3 dan 4 banyak yang tetap di dalam kelas untuk membaca-baca buku pelajaran, kemudian saling tanya jawab tentang isi bacaan. Atau terkadang tampak sedang membicarakan buku yang mereka pinjam dan saling bertukar-cerita.

Untuk siswa kelas 5 dan 6 mereka lebih ke arah melaksanakan tugas membaca, kemudian hari berikutnya saling menanyakan ke teman tentang tugas yang sudah dikerjakan atau belum. Sedang untuk kelas 1 dan 2, karena buku yang dipinjam adalah lebih banyak ke buku yang sifatnya cerita anak, untuk anak-anak yang memang pandai bercerita, mereka cenderung mengobrol dengan temannya tentang isi cerita. Kemudian mengekspresikannya dengan gerakan-gerakan seperti yang meraka lihat dalam gambar dalam buku yang mereka baca.

Dan dari kesemuanya itu, ada hal yang tampak sekali, bahwa ketika siswa harus meceritakan kembali bacaan yang telah dibaca, untuk bacaan yang berhubungan dengan teks secara umum, mereka cenderung lambat dan sulit mengingat, namun ketika mereka harus menceritakan kembali tentang cerita dongeng dan sejenisnya, ingatan mereka begitu tajam , meskipun dalam penyampaiannya masih dengan menggunakan bahasa yang sekenanya.

Kesimpulan
Hasil dari pembiasaan membaca sepertinya belum maximal, butuh teknik yang lebih tepat untuk meningkatkan minat baca, terutama untuk membaca buku-buku pelajaran, karena kalau untuk membaca buku cerita, antusias siswa luar biasa sekali, baik dalam perolehan nilai, namun saat mempresentasikan. Daya ingat mereka lebih tajam ketika harus menceritakan kembali cerita atau bacaan yang telah mereka baca.





Ubah PDF ke Word Online




Cara mengubah dokumen PDF ke format Microsoft Word melalui HP.



1. Siapkan file PDF yang akan dirubah ke word
2. Buka UC Browser atau chrome
3. Klik https://smallpdf.com/pdf-to-word
4. Klik pada pilih file



5. Akan muncul beberapa pilihan. Klik Pengelola Berkas



6.  Pilih file PDF yang akan dirubah ke Word. Klik
7. Akan muncul Mengupload, Mengkonversi






8. Tunggu sampai proses selesai.


9. Klik unduh file, tunggu sampai proses pengunduhan selesai,

10. Buka pengelola berkas, cari file word hasil convert tadi.
11. Selesai, Anda sudah mendapatkan file PDF yang terconvert ke Word, dan anda juga bisa mengeditnya. Selamat mencoba.

Semoga bermanfaat.







Total Pageviews

Popular Posts